
LAWELA SELATAN, Musim kemarau panjang yang tengah melanda memberikan dampak nyata bagi sektor pariwisata lokal, salah satunya dirasakan oleh destinasi pemandian alam populer, Permandian Kaburaburana di Desa Lawela Selatan Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Penurunan curah hujan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan debit air di lokasi wisata ini berkurang secara drastis, yang kemudian berimbas langsung pada tingkat kunjungan wisatawan.
Kondisi tersebut diakui langsung oleh pihak pengelola. Menurut Kepala Pengelola (Kapes) Permandian Kaburaburana, situasi kunjungan saat ini tidak lagi seramai biasanya. Jika pada kondisi normal atau akhir pekan kawasan ini selalu dipadati oleh wisatawan dari berbagai daerah, kemarau panjang membuat aktivitas wisata mengalami pelambatan yang cukup signifikan.(Minggu,7 September 2026)

Hal senada juga diungkapkan oleh Ilman, salah seorang petugas parkiran di objek wisata Kaburaburana. Ia menuturkan bahwa penurunan jumlah kendaraan yang masuk ke area parkir sangat terasa perbandingannya, terutama ketika akhir pekan tiba yang biasanya menjadi puncak kepadatan pengunjung.
Berkurangnya daya tarik utama berupa kejernihan dan volume debit air pemandian akibat kemarau diduga menjadi faktor utama berkurangnya minat masyarakat untuk berkunjung sementara waktu. Meskipun demikian, pihak pengelola tetap berupaya menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada sembari berharap kondisi cuaca segera membaik dan debit air kembali normal agar denyut nadi pariwisata di Kaburaburana dapat kembali pulih sepenuhnya. (Penulis/Editor: Sumarno Hokage)
